-
Jalur Lengkap Mudik Sumatera dan Jawa
File berbentuk Excel dan dapat didownload di Mudik Sumatera dan Jawa
Silahkan kepada kawan-kawan yang ingin mudik menggunakan rute ini. dalam rute ini dilengkapi beserta tempat-tempat untuk mampir dan nomor telepon penting yang ada sejak dari ujung sumatera (NAD) sampai ke pelabukan Bakau heni (Bandar lampung) juga dari Pelabuhan Merak (Banten) sampai kepelabuhan Gilimanuk (Surabaya). juga dilengkapi nomor telpon hotel yang berada disepanjang rute mudik.
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
07 Januari 2013
ENGGAN DAN MALAS PILIH PEMIMPIN 2013
"Kami sdh lama tinggal disini, dari anak kami lahir hingga dia lulus kuliah" ujar seorang bapak yg tidak mau disebutkan namanya.
Jalan ini terletak di kawasan Desa Kualu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, provinsi riau.
Hanya dengan swadaya masyarakat, jalan ini diusahakan bisa dilalui masyarakat setempat. Ada 10 komplek perumahan, 7 musholah dan 2 masjid disepanjang jalan ini.
Panjang jalan sekitar 1,8 kilometer dengan fisik jalan terdiri dari tanah pasir.
"Kalau hujan tergenang air dan lubang2 tambah dalam, belum lagi kalau ada dump truck yang melintas dengan muatan penuh kerikil, habislah kami dibuat mereka, kadang ada ibu2 yang jatuh dari kendaraan karena menghindari lubang" papar sitompul, warga yg berdomisili di depan Perumahan Bumi Kualu Damai (BKD).
Warga sepakat meminta bantuan Bupati maupun Parpol yg mengusung bakal calon untuk pemimpin riau 2013.
Sampai sekarang sdh masuk 7 kali proposal untuk pengaspalan jalan. Sampai saat tulisan ini dibuat
realisasinya tidak ada.
"Kami sdh bosan jadi pengemis untuk pengaspalan jalan, smoga saja pemimpin yg mendengar dan akan memperhatikan kami" aldo warga perum Bumi Kualu Damai.
Perum Bumi Kualu Damai (BKD) adalah salah satu komplek perumahan yang sudah lama berdiri di jalan tersebut. Sekitar 500 Kepala Keluarga yang menghuni komplek tersebut. Perum BKD memiliki 3 komplek, selain itu masih ada 7 lagi komplek perumahan.
Mungkin dengan tulisan ini. Pembaca dapat menginformasikan kepada para pemimpin yang berkompeten.
Dengan tulisan ini juga, kami sebagai warga sangat berharap perhatian yg besar dari Pemimpin Riau 2013 kelak.
Amin.....amin....
08 Desember 2008
Idul Adha 1429







Terllihat kesibukan untuk mengurus sapi kurban, juga terlihat antusias masyarakat untuk menyaksikan proses pemotongan hewan kurban. tampak pada gambar hewan kurban yang sudah selesai disembelih, dengan tidak mengurangi kesopanan gambar. jika anda kurang kuat menyaksikan darah dalam gambar ini, saya mohon maaf lahir dan batin, gambar hanya untuk contoh dan pelajaran buat anak-anak yang tidak sempat menyaksikan pemotongan secara langsung
06 November 2008
Mohon Bantuan Informasi!!!...Hati2 dgn penipu ulung Sujadi (Soh Hwa Chiang),
Temans..
Mohon bantuannya yah kalo ada yang tau.. Bisa contact Ida langsung (dia temen gw).
Thanks in advance..
Jevin
Mohon bantuan teman2 utk menyebarluaskan cerita yg menimpa keluarga kami ini. Semoga orang lain tidak akan menjadi korban berikutnya.
Cukup papa saya korban yg terakhir setelah beberapa korban sebelumnya.
Ceritanya seperti ini :
Pd tgl 18 Sept 2008, Sujadi alias Soh Hwa Chiang (foto terlampir) membawa istrinya 'Mery' dan anaknya (2 thn) melarikan uang hasil dagangan membuat papa saya terlilit hutang hingga milyaran rupiah. Hal ini benar-benar membuat beliau bangkrut total dan terlilit hutang yg demikian besar dalam waktu beberapa hari setelah merintis hubungan dagang dgn papa selama setahun lebih. Papa sangat terpukul dan nyaris mau bunuh diri.
Sebelumnya Sujadi sdh pernah menipu beberapa org di Siantar dan Medan, tetapi orang tuanya datang memohon utk membantu putranya dan dia datang dalam kondisi ingin bertobat. Papa tergerak dan memberi dia kesempatan memulai lembaran baru dlm hidupnya. Dia sering mengumbar kata2 manis dan memberlakukan papa sbg ayahnya sendiri.
Sbg pemasok dagangan hasil bumi papa saya dipelosok2 dan kota2 kecil, omzet jutaan rupiah pelan2 menjadi milyaran. Semuanya berdasarkan kredit yg dibayar dalam 10 hari (papa saya di Siantar memasok dr Medan juga secara kreditan).
Beberapa waktu sebelum Sujadi melarikan diri, papa mendengar dari pedagang lain kalau Sujadi menjual dagangannya dengan harga sangat murah ke kota2 kecil, bahkan dibawah harga pemasok besar di Medan. Saat papa sadar, semuanya sudah terlambat. kejadiannya berlangsung dgn begitu cepat, terencana, dan mulus.
Papa sangat terpukul saat itu. Dunia seperti telah berakhir. Apa yang dia bangun dengan susah payah selama 40 tahun musnah begitu saja saat beranjak 64 thn..
Dia yg memberikan Sujadi kesempatan merintis kembali hidup baru, ternyata malah menghancurkannya. Membuat papa saya berhutang ke pemasok2 dari Medan hingga milliaran rupiah karena seluruh cek yg di terima ternyata kosong. Mana mungkin papa sanggup membayar utang yg demikian besar sekaligus. Sebagian pemasok iba melihat papa dan memberikan kelonggaran waktu dengan kondisi papa saya harus membayar 30% kontan dan sisanya dicicil.
Namun ada satu pemasok (A) bersikeras menjebloskan papa ke tahanan polisi (walau ini sebenarnya kasus perdata dan secara hukum papa saya tak menipu). Papa hrs mendekam dalam tahanan selama 13 hari.
Selama itu, saya menangis setiap hari. Tidak banyak yang bisa saya lakukan selain berdoa dan berdoa terus menerus.
Pada tgl. 8 Oktober, paman, mama dan seorang kerabat keluarga menemui pemasok A dan memohon belas kasihan. Akhirnya A mencabut tuntutannya. Namun papa tdk mudah keluar dari tahanan walaupun sudah dicabut. Karena paman harus membayar uang sebesar Rp. 20 jt utk menebus papa keluar dari tahanan. Sebuah harga yang sangat mahal di saat seseorang dililit hutang.
Saat ini kondisi keluarga kami sangat memprihatinkan. Mama dan adik-adikku mengalami depresi berat. Melanjutkan usaha dagang yg menjadi satu-satu nya jalan utk membayar utang2 papa menjadi lbh menyulitkan krn hanya sedikit pemasok yg masih mau memasok barang dagangan, itupun sangat terbatas dan hanya kredit 3 hari.
Foto Sujadi (Soh Hwa Chiang) terlampir. Kini belum ada yg tahu keberadaannya. Saat ini diasudah masuk dlm daftar buronan polisi.
Ciri-cirinya :
- Umur sekitar 40 thn
- Gendut dan perut buncit
- Rambut berombak
- Berkacamata
- Tinggi sekitar 170cm
- Nama ayah Soh Yen Chang
- Alamat di Pematang Siantar (SUMUT) : Jln Sutomo No. 201
Jika ada yg mempunyai informasi mengenai Sujadi, mohon hubungi kami di email atau ponsel:
Ida (blub_99@hotmail.com
Jening (jening.lie@gmail.com
HP: +62 813 64180089)
Mohon bantuannya yah kalo ada yang tau.. Bisa contact Ida langsung (dia temen gw).
Thanks in advance..
Jevin
Mohon bantuan teman2 utk menyebarluaskan cerita yg menimpa keluarga kami ini. Semoga orang lain tidak akan menjadi korban berikutnya.
Cukup papa saya korban yg terakhir setelah beberapa korban sebelumnya.
Ceritanya seperti ini :
Pd tgl 18 Sept 2008, Sujadi alias Soh Hwa Chiang (foto terlampir) membawa istrinya 'Mery' dan anaknya (2 thn) melarikan uang hasil dagangan membuat papa saya terlilit hutang hingga milyaran rupiah. Hal ini benar-benar membuat beliau bangkrut total dan terlilit hutang yg demikian besar dalam waktu beberapa hari setelah merintis hubungan dagang dgn papa selama setahun lebih. Papa sangat terpukul dan nyaris mau bunuh diri.
Sebelumnya Sujadi sdh pernah menipu beberapa org di Siantar dan Medan, tetapi orang tuanya datang memohon utk membantu putranya dan dia datang dalam kondisi ingin bertobat. Papa tergerak dan memberi dia kesempatan memulai lembaran baru dlm hidupnya. Dia sering mengumbar kata2 manis dan memberlakukan papa sbg ayahnya sendiri.
Sbg pemasok dagangan hasil bumi papa saya dipelosok2 dan kota2 kecil, omzet jutaan rupiah pelan2 menjadi milyaran. Semuanya berdasarkan kredit yg dibayar dalam 10 hari (papa saya di Siantar memasok dr Medan juga secara kreditan).
Beberapa waktu sebelum Sujadi melarikan diri, papa mendengar dari pedagang lain kalau Sujadi menjual dagangannya dengan harga sangat murah ke kota2 kecil, bahkan dibawah harga pemasok besar di Medan. Saat papa sadar, semuanya sudah terlambat. kejadiannya berlangsung dgn begitu cepat, terencana, dan mulus.
Papa sangat terpukul saat itu. Dunia seperti telah berakhir. Apa yang dia bangun dengan susah payah selama 40 tahun musnah begitu saja saat beranjak 64 thn..
Dia yg memberikan Sujadi kesempatan merintis kembali hidup baru, ternyata malah menghancurkannya. Membuat papa saya berhutang ke pemasok2 dari Medan hingga milliaran rupiah karena seluruh cek yg di terima ternyata kosong. Mana mungkin papa sanggup membayar utang yg demikian besar sekaligus. Sebagian pemasok iba melihat papa dan memberikan kelonggaran waktu dengan kondisi papa saya harus membayar 30% kontan dan sisanya dicicil.
Namun ada satu pemasok (A) bersikeras menjebloskan papa ke tahanan polisi (walau ini sebenarnya kasus perdata dan secara hukum papa saya tak menipu). Papa hrs mendekam dalam tahanan selama 13 hari.
Selama itu, saya menangis setiap hari. Tidak banyak yang bisa saya lakukan selain berdoa dan berdoa terus menerus.
Pada tgl. 8 Oktober, paman, mama dan seorang kerabat keluarga menemui pemasok A dan memohon belas kasihan. Akhirnya A mencabut tuntutannya. Namun papa tdk mudah keluar dari tahanan walaupun sudah dicabut. Karena paman harus membayar uang sebesar Rp. 20 jt utk menebus papa keluar dari tahanan. Sebuah harga yang sangat mahal di saat seseorang dililit hutang.
Saat ini kondisi keluarga kami sangat memprihatinkan. Mama dan adik-adikku mengalami depresi berat. Melanjutkan usaha dagang yg menjadi satu-satu nya jalan utk membayar utang2 papa menjadi lbh menyulitkan krn hanya sedikit pemasok yg masih mau memasok barang dagangan, itupun sangat terbatas dan hanya kredit 3 hari.
Foto Sujadi (Soh Hwa Chiang) terlampir. Kini belum ada yg tahu keberadaannya. Saat ini diasudah masuk dlm daftar buronan polisi.
Ciri-cirinya :
- Umur sekitar 40 thn
- Gendut dan perut buncit
- Rambut berombak
- Berkacamata
- Tinggi sekitar 170cm
- Nama ayah Soh Yen Chang
- Alamat di Pematang Siantar (SUMUT) : Jln Sutomo No. 201
Jika ada yg mempunyai informasi mengenai Sujadi, mohon hubungi kami di email atau ponsel:
Ida (blub_99@hotmail.com
Jening (jening.lie@gmail.com
HP: +62 813 64180089)
Label:
informasi










