Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jalur Lengkap Mudik Sumatera dan Jawa

File berbentuk Excel dan dapat didownload di Mudik Sumatera dan Jawa

Silahkan kepada kawan-kawan yang ingin mudik menggunakan rute ini. dalam rute ini dilengkapi beserta tempat-tempat untuk mampir dan nomor telepon penting yang ada sejak dari ujung sumatera (NAD) sampai ke pelabukan Bakau heni (Bandar lampung) juga dari Pelabuhan Merak (Banten) sampai kepelabuhan Gilimanuk (Surabaya). juga dilengkapi nomor telpon hotel yang berada disepanjang rute mudik.

Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

25 April 2009

Upah <> Kerja




tahu maksudnya judul diatas .....? itu artinya pendapatan mereka tidak sebanding dengan resiko yang akan mereka terima. saat foto diambil saya sedang berada dekat dengan sungai kecil yang membelah pasar di salah satu sudut kota pekanbaru. saya perhatikan kerja mereka sangat sibuk ketika memasuki musim hujan tiba. terkadang disudut lain, mereka ada yang berenang untuk mengumpulkan sampah2 yang ada dialiran parit kota.

sesaat mereka sedang beristirahat bersama, saya sempat menanyakan kepada mereka tentang upah yang diterima. mereka serentak menjawab pertanyaan saya. mereka setiap bulan hanya menerima tidak lebih dari 250.000 setiap bulannya.

mereka malah berpesan kepada saya, semoga pemerintah dapat memperhatikan kesejahteraan mereka.

14 Maret 2009

Konvoi Cinta Damai Bersama SLANK


Tepatnya besok minggu tanggal 14 Maret 2009 akan diadakan konvoi cinta damai yang dimeriahkan group band kota SLANK. acara mulai pukul 09.00 bertempat di Lapangan Sampurna Jl. Nangka Ujung kota Pekanbaru. ini merupakan tour terakhir cinta damai Yamaha yang dihidupkan dengan adanya group musik indonesia. pencinta SLANKER dapat memperoleh tiket yang mereka namakan Passport hanya di dealer YAMAHA pada kota pekanbaru sekarang ini.

08 Desember 2008

Idul Adha 1429








Terllihat kesibukan untuk mengurus sapi kurban, juga terlihat antusias masyarakat untuk menyaksikan proses pemotongan hewan kurban. tampak pada gambar hewan kurban yang sudah selesai disembelih, dengan tidak mengurangi kesopanan gambar. jika anda kurang kuat menyaksikan darah dalam gambar ini, saya mohon maaf lahir dan batin, gambar hanya untuk contoh dan pelajaran buat anak-anak yang tidak sempat menyaksikan pemotongan secara langsung

05 Desember 2008

Antara Debu Dan Becek






Untuk yang kedua kalinya saya mengekspose daerah ini. karena kapasitas kendaraan yang yang masuk tidak memperhitungkan kondisi jalanan, makanya dalam 1 bulan jalanan yang sudah pernah ditimbun dengan tanah sertu kini menjadi kubangan lumpur dikala hujan dan lapangan debu diwaktu kemarau. pernah sih aparat setempat menjanjikan untuk memperbaiki jalanan ini tapi janji hanya sekedar janji. saya menghimbau kepada Gubernur Riau yang sudah dilantik hampir 2 bulan ini untuk memperhatikan keluhan masyarakat terutama masyarakat daerah ini. jalan ini terletak di Jl. Suka Karya Kualu. bisa kita lihat batas aspal antara Desa Tarai dengan Desa Kualu. kondisi ini akan menjadi kecemburuan pemerataan jika terus didiamkan. nantinya yang akan menjadi bumerang sendiri buat pemerintah daerah. mungkin saat ini aparat pemerintah terkait adalah Kabupaten Kampar, karena menurut keterangan masyarakat setempat, kawasan ini masuk Kabupaten Kampar, tapi kalau kita cermati diukur melalui satelit, kawasan ini masuk dalam lingkar 20 KM perbatasan Kotamadya Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar. sejak saya tinggal dikawasan ini 3 tahun yang lalu, perbaikan dan pembangunan jalan terus jalan ditempat dan tidak ada titik cerahnya, terutama mengenai jalan. tampak kesibukan pengguna jalan yang setiap hari memenuhi jalan sekitar 1000 pengendara, termasuk Truk-truk pasir, tanah dan material berat bahan bangunan.

06 Oktober 2008

Plih Barack Obama

musim Pilkada di indonesia juga mempengaruhi pemilihan presiden di Amerika serikat...tentukan pilihan kamu secara internasional dengan mengklik Pilih Obama sebagai Presiden Amerika

06 September 2008

Pekanbaru diwaktu SOre










terkadang kita lupa dengan keindahan dan keramain kota kita sendiri. saya mencoba mengaplikasikan objek yg jarang tertangkap oleh pandangan sebagian banyak orang.....
kesibukan terjadi sekitar jam 4 sore di jalan sudirman. tepatnya di pertigaan Jl. T. tambusai dan Jl. sudirman. tepat dipojok jalan ini terdapat pos polisi yg menjadi tempat singgah juga anggota kepolisian yg akan berdinas malam ataupun sore hari.
foto diambil dari atas jembatan Caltex (sekarang Cevron).....

14 Agustus 2008

Indonesia...Indonesia....nasibmu

Bagaimana tidak, sudah 63 taun merdeka, masih juga dilanda krisis multi dimensi. dari kemiskinan sampai moral.
ketika menonton berita di televisi, rasanya ingin keluar dari indonesia. krisis moral melanda para elit politik. dari isu suap sampai tertangkapnya para koruptor. emang mereka ini sudah tidak punya hati nurani apa ?? masyarakat kecil merasakan pahit menderita untuk mendapatkan beras. mereka malah menimbun dan menyembunyikan uang yang seharusnya buat rakyat. mungkin boleh kita memaki dan menyumpahin mereka. mereka dipilih untuk rakyat, kenapa sudah terpilih malah makan rakyat. ingat AzabKU sangat pedih, kutipan ayat alqur'an

31 Juli 2008

PLN...duh ..PLN........


Lagi-lagi mati lampu.....keadaan seperti ini sudah kami rasakan di Pekanbaru selama 1 Bulan ini.....sampe-sampe pihak terkait mengeluarkan jadwal. jadwal ini bisa berarti :
1. Untuk kewaspadaan para pengguna listrik agar bersiap-siap menghadapi pemadaman listrik.
2. Ketidak mampuan PLN dalam me-manajemen kelistrikan, sampe mengeluarkan jadwal segala.
sisi baik dan buruk dapat kita pertimbangkan.
aneh juga yah di negara kita ini, sudah terlihat banyak tambang batubara dan gas bumi untuk sumber energi, tapi kenapa sampe bisa langka untuk dipasok ke pembangkit listrik. angin saja yang tidak kita beli masih susah kita manfaatkan untuk PLTA (angin). air yang setiap hari mengalir disetiap sungai di indonesia, masih juga tidak ada perhatina pemerintah untuk menggarap mega proyek ?. mudah mudahan pemeirntah mendatang lebih cerdas dan kreatif....jgn kreatif dalam mengumpulkan uang untuk "anak istri" aja yah...setuju.............????????

gambar dapat di print untuk kebutuhan

Pasti Pas




akhir-akhir ini marak sekali iklan PERTAMINA di televisi, saya sempat melirik dengan aktivitas salah satu POM bensin yang ingin mendapatkan PERTAMINA AWARD dalam bidang pelayanan dan kejujuran. slogan PERTAMINA "pasti Pas" nampaknya sudah dijalankan oleh pom bensin ini (POM BENSIN ABABIL), terletak di Jl. Ababil/Jl. Rajawali. Tampak antrian panjang dibawah terik matahari, setelah sampai pada stasiiun pengisian, akan disambut dengan senyuman dan sambutan yang sangat ramah. hari ini saya mencoba membuktikan ternyata benar, saya ditawari sebuah kupon undian yang hadiahnya tarik langsung, ternyata nasib kurang beruntung, kupon hanya berisi ucapan terima kasih. ada konsumen lain yang mendapatkan hadiah langsung berupa Motor Yamaha, tanpa dipungut sepeserpun uang untuk menebusnya. mungin bisa menjadi panutan untuk POM bensin lainnya di Nusantara.

18 Juli 2008

Antara Palembang dan Pekanbaru



Ternyata tidak hanya Palembang saja yang mempunyai penduduk air. pekanbaru yang juga terbelah oleh sungai, juga memiliki kampung airnya. kalau pemerintah pekanbaru mau berbenah dan bercermin, daerah ini bisa mereka manfaatkan untuk wisata. kalau dipalembang seperti kampung air dekat jembatan ampera. tp saya kira ini hampir sama posisinya...perkampungan air di pekanbaru juga tidak jauh dari jembatan siak (jembatan lekton)........kalau ada aparat pemerintah yang sempat membaca tulisan ini, mohon di gagas kepada pemerintah yg sebentar lagi terpilih untuk dapat mengagendakannya....trima kasih ubernur

07 Juli 2008

Pasar Panam II




Lokasi Jl. HR Subrantas/Pekanbaru-Bangkinang
Menjelang tahun ajaran baru masuk sekolah SD, SMP dan SMU, banyak pasar-pasar dadakan bermunculan. daerah yang satu ini adalah daerah perlintasan antara kota pekanbaru ke padang atau kota pekanbaru ke bangkinang. saya perhatikan, baru dalam minggu-minggu ini daerah panam menjadi lokasi pasar dadakan. lokasi yang mereka tempati adalah trotoar jalan serta lahan halaman parkir pada ruko.
tampak suasana setempat. rata-rata barang yang didagangkan adalah kebutuhan sekolah, tidak ketinggalan seorang laki-laki tua menjajakan batu cincin hiasan.

04 Juli 2008

Wong Palembang Ngetop (II)


"Ngetop" Lagi !!!!!

Bukan Wong Palembang bae yang kaget, aku be yang perantauan palembang sangat terpukul dengan berita ini.....
disela-sela demo kenaikan BBM, ternyata ado wong palembang yang "nyemelo"(neko-neko=bhs jawa).
kalu aku pikir, wong itu minta perhatian, la tau palembang menyambut Visit Musi 2008, dio "nyemelo"

berita terkait dari Harian Kompas dibawah ini.
silahkan membaca
Sarie Febriane(kontributor Kompas)

Pembicaraan warga Palembang dalam tiga hari terakhir ini tak lepas dari penangkapan polisi terhadap 10 orang yang diduga terkait kelompok teroris. Wong Plembang sangat terkejut karena kota pempek yang selama ini relatif aman menyambut program Visit Musi 2008 dan kesibukan pilkada gubernur tanggal 4 September 2008, ternyata menjadi tempat subur bagi kelompok teroris.

”Rasanya enggak mungkin. Dia selalu azan di masjid situ. Bicaranya halus, agak berlogat Jawa,” ujar Suminah (53) warga Lorong (gang) Al-Ikhlas, RT 30 RW 06, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, dengan setengah berbisik bercerita tentang tetangganya, Abdul Rahman alias Musa alias Ifan salah satu tersangka yang ditangkap polisi. Tak jauh dari rumah itu ada Masjid Ainul Yaqin, di mana Musa kerap mengumandangan azan.

Musa ditangkap polisi, Selasa (1/7), karena diduga terlibat dalam jaringan teroris, yang terkait dengan Al-Jamaah Al-Islamiyah (JI). Saat ditangkap, Musa tengah mengendarai sepeda motor di Simpang Sekip, Palembang. Musa berusaha kabur dan akhirnya bertabrakan dengan sepeda motor polisi. Musa bahkan sempat berusaha mencabut senjata api revolver yang dibawanya.

Suminah dan suaminya, Sadiun (68), mengaku beberapa kali berinteraksi dengan Musa dan keluarganya. Keempat anak Musa kerap bermain-main di halaman rumah Suminah dan Sadiun, yang tak berpagar. Di rumah Musa, polisi menemukan alat stetoskop.

Burlian Usi (48), tetangga Musa lainnya bertutur, laki-laki kelahiran Kota Bumi, Lampung Tengah 12 Desember 1973 itu kerap dikunjungi tamu, di antaranya Fajar alias Omar, alias Taslim, alias Abu Hazam, seorang warga negara Singapura keturunan India. Omar ditangkap polisi Sabtu (28/6) di Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. ”Mereka berdua juga sering berboncengan sepeda motor,” kata Burlian.

Burlian juga mengenal Omar karena Omar pernah mengontrak sekitar tiga bulan di dekat rumah Musa. Burlian ingat, Omar kerap berjualan Al-Quran, baju koko, dan juga kain. ”Dia pandai bahasa Inggris,” ujar Burlian.

Di antara 10 orang tersangka teroris di Palembang yang dibekuk polisi antiteror, Musa merupakan sosok yang paling keras. Oleh karena itu, Musa kerap dianggap ”pemimpin” di antara anggota lainnya. Dalam kelompok di Palembang ini, tak ada struktur khusus sehingga tak ada pemimpin formal secara struktural.

Omar kemudian pindah ke kontrakan di Kelurahan Karyabaru, Kecamatan Sukarami, Palembang. Tempat ini paling tidak merupakan persinggahan Omar yang kelima sebelum akhirnya tertangkap di Sekayu. Rumah kontrakan Omar di Karyabaru itu sangat sederhana, dan nyaris tak ada perabot selain tikar.

Omar tinggal di kontrakan bertarif Rp 150.000 per bulan bersama istrinya yang sedang hamil dan kedua anaknya. ”Dia di sini cuma tiga bulanan. Lalu pindah ke Sekayu karena mengajar Bahasa Inggris di sana. Waktu di sini, dia sering mengajari anak saya Bahasa Inggris dan mengaji,” tutur Hernita (36), tetangga sekaligus pemilik rumah kontrak.

Teman baik Musa dan Omar lainnya adalah Agus Tiawarman, lelaki kelahiran Lubuk Linggau, Sumsel, 7 Agustus 1973. Kamis petang, saat didatangi Kompas ke rumahnya di kawasan Perkuburan Cina, Lebung Siaran, Palembang, ibu dan istri Agus tampak pasrah. Agus memiliki orang anak. ”Saya sering nasihati dia, bekerjalah yang benar, kumpulkan uang untuk sekolah anak-anaknya sampai sarjana karena dia dan saudara-saudaranya sarjana semua,” kata ibunya, Nurkasih (60), yang ditemani istri Agus yang enggan banyak bicara.

Agus menurut Nurkasih merupakan pegawai negeri sipil di Lembaga Permasyarakatan Palembang dengan golongan 3B. Agus juga kerap berjualan minyak wangi. Di rumahnya itu, polisi menemukan botol-botol berisi biang minyak wangi. Agus juga kerap datang ke rumah Musa dan sesekali membawa banyak gula merah. Burlian, tetangga Musa, pernah diberi sepeti gula merah oleh Agus. ”Saya pasrah saja, kalau dia memang punya salah, silakan polisi ambil,” kata Nurkasih.

Warga di kawasan Simpang, Palembang, tepatnya di Jalan Papera juga terkejut setelah polisi menemukan 20 bom, dan bahan peledak lainnya. Mereka sama sekali tidak percaya dua penghuni rumah nomor 2110 itu, menyimpan bahan peledak.

Sulaiman (54) pemilik warung yang letaknya persis di samping rumah penyimpanan bom di Jalan Papera tak percaya anak muda yang sering berbelanja di warungnya itu terkait terorisme. Anak muda itu adalah Heri Purwanto, dan temannya Wahyudi.

Menurut Sulaiman, Heri dan Wahyudi bukan orang asing di lingkungan itu. Sepengetahuannya Heri diminta oleh Fauzi sebagai pemilik rumah kosong tersebut untuk menjaganya. Namun, karena Heri punya kesibukan lain maka Heri mengajak Wahyudi untuk membantu menjaga rumah itu.

Fauzi yang kini ikut ditahan Densus 88 mempercayakan penjagaan rumah itu pada Heri karena kelakukannya baik dan rajin beribadah. Selain itu Heri adalah bekas murid adik Fauzi.

Sulaiman yang sudah 30 tahun tinggal di Jalan Papera mengungkapkan, kawasan tersebut berkembang karena letaknya ada di pusat kota. Jalan Papera dekat dengan mal, bank, dan perkantoran. ”Sekarang harga tanah di sini Rp 2 juta per meter, padahal dulu cuma rawa-rawa. Pembangunan daerah ini pesat sejak krisis moneter karena orang ramai-ramai beli tanah untuk investasi.”

Menurut Sulaiman, warga Palembang punya sifat terbuka pada pendatang. Bahkan cenderung tak peduli. ”Pendatang baru tak akan dicari-cari Pak RT. Di Palembang tidak perlu lapor ke RT kalau tinggal lebih dari 24 jam,” kata Sulaiman.

Sedangkan Purwanti (57) ibu Heri saat ditemui Kompas begitu terpukul dengan penangkapan anaknya. Keluarga itu tinggal di sebuah rumah sederhana di lorong sempit.

Purwanti tidak tahu keberadaan anaknya sekarang, dia hanya mengetahui dari omongan para tetangga setelah melihat tayangan televisi. ”Suami saya berangkat ke Bangka untuk mencari pekerjaan sehari sebelum Heri ditangkap. Sekarang suami saya belum tahu kalau anaknya ditangkap,” kata Purwanti.

Saat ditanya tentang teman Heri yang sering berkunjung, Purwanti mengatakan ada teman Heri yang bertubuh pendek, berjenggot, dan berkulit putih. Menurut Heri, nama temannya itu Wahyudi. ”Masak anak saya bisa merakit bom? Saya betul-betul kaget dan tidak menyangka,” ujar Purwanti.

Kegiatan Heri sehari-hari adalah berjualan pulsa telepon genggam di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang. Pekerjaan menjaga rumah Fauzi baru dijalaninya beberapa bulan. ”Saya sangat ingin mencari anak saya dan menengoknya. Saya Cuma dengar dari tetangga kalau anak saya dibawa ke Jakarta,” ujar Purwanti sambil menangis.

Tertangkapnya dua orang teroris di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan juga membuat warga daerah yang menjadi sentra beras tersebut gempar. Keterkejutan mereka karena kabar penangkapan teroris diketahui warga setelah membaca Koran dan melihat berita televisi.

Suliyah (25), warga kampung satu desa tugumulyo kec lempuing mengatakan dia malah tidak mendengar ada berita tersebut secara langsung. Hanya sebagai warga Lempuing dia tahu desa Bumiharjo itu memang tidak aman. Banyak pelaku kejahatan/kriminalitas di sana.

Dari Pantauan Kompas, kesibukan warga Desa Lempuing terlihat wajar. Warga desa yang membuka rumah makan tetap berjualan, tidak tampak aktivitas yang tegang karena munculnya berita penangkapan. Empat orang di antar tersangka teroris ditangkap di Desa Bumiharjo, Blok C dan Blok J, di Kecamatan Lempuing.

Hal yang sama juga dirasakan warga Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapan, Kabupaten Banyuasin. Lurah Sukomoro, Agus F Jaya memastikan, dia tak memiliki warga yang berkebangsaan asing.

Tampaknya, para teroris tersebut berhasil menyembunyikan jati diri dari warga yang selama ini terbiasa dengan peristiwa kriminalitas di Palembang yang relatif lebih tinggi dibandingkan kota-kota besar lain. Kejahatan konvensional seperti pencurian, perampokan, penganiayaan, dan pembunuhan sering terjadi. Meskipun demikian, ketika kasus terorisme dan penemuan 20 bom di Palembang terungkap, warga seperti tersambar petir di siang bolong.

12 Juni 2008

Razia Makanan Sekolah

YOGYAKARTA, KAMIS - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) melakukan razia makanan jajanan di sejumlah sekolah di Provinsi Yogyakarta (DIY) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi lagi kasus keracunan makanan jajanan.

"Razia ini kami lakukan di sekolah-sekolah, baik Taman Kanak kanak (TK), SD hingga SMP terutama di sekolah yang tidak memiliki pagar rapat sehingga pedagang dapat berjualan di kompleks sekolahan," kata Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen BPOM, Diah Cahjonowati, Kamis (12/6).

Menurut dia, sasaran operasi itu adalah penjual makanan jajanan produksi sendiri serta makanan kemasan yang banyak dijual di lingkungan sekolah.

"Jenis makanan yang kami razia sebagian adalah makanan olahan sendiri seperti cilok, siomay, makanan yang menggunakan pewarna, goreng-gorengan dan makanan lain serta minuman terutama yang mengandung es dan zat pewarna," katanya.

Makanan kemasan yang dirazia adalah yang tidak mencantumkan komposisi bahan bakunya, tanggal kadaluarsa dan tidak mencantumkan alamat produsen.

"Banyak makanan kemasan yang kami temukan yang tidak mencantumkan komposisi dan bahan baku yang digunakan serta tidak menuliskan tanggal kadaluarsanya. Sebagian memang produksi rumah tangga, tetapi tidak sedikit pula yang tampak seperti kemasan pabrik," katanya.

Ia mengatakan sebagian besar makanan jajanan yang dirazia mengandung bahan kimia untuk pewarna seperti rodamin B dan metanil yelow serta bahan berbahaya lain yang tidak direkomendasi untuk bahan pembuatan makanan.

"Bahan kimia tersebut jika dikonsumsi dapat mengakibatkan kanker serta penyakit lain," tambahnya.

Diah mengatakan mayoritas makanan jajanan yang dijual di sekolah-sekolah tidak memenuhi proses higienisitas dan berbahaya untuk kesehatan.

"Sebagian besar makanan jajanan diolah dengan tidak bersih dan higienis, masih ditambah lagi makanan itu hanya dipajang di satu tempat besar dan tidak ditutup. Ini yang sering mengakibatkan keracunan dan diare," katanya.

05 Juni 2008

Putra Kelahiran Indonesia calon Presiden US


Kemenangan Barack Obama dalam perebutan tiket calon presiden Partai Demokrat disambut baik orang-orang yang pernah menjadi teman masa kecilnya.

"Saya tidak pernah membayangkan ia akan menjadi orang hebat," kata Widianto Hendro Cahyono (48). Pria ini pernah menjadi teman sebangku Obama saat belajar di SDN Menteng 01 Jakarta, Rabu (4/6).

Di sekolah itulah Obama pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia. yaitu antara usia 6-10 tahun. Ketika nama Obama mulai dikenal, mantan teman dan gurunya pun mencoba menggali kembali ingatan mereka ke masa lampau.

"Ia tergolong siswa yang biasa-biasa saja, tetapi sangat aktif. Ia selalu main bola tiap istirahat sampai mandi keringat," kata Cahyono yang sama-sama duduk di kelas tiga di sekolah itu.

Yang tak kalah bangga adalah sang kepala sekolah, Kuwadiyanto. Ia berharap suatu saat Obama mau berkunjung ke Indonesia.

Orang Indonesia lain yang berharap pada Obama adalah Djoko Susilo, bahwa Obama bisa meningkatkan hubungan bilateral dengan AS di bawah Obama. "Yang penting adalah menghentikan perang di Irak, Afghanistan dan lain-lain," kata politisi Partai Amanat Nasional itu.

Tidak hanya di Indonesia, warga negara lain juga berharap pada perubahan yang kelak dibawa Obama. Khususnya tentang janji mengubah wajah Amerika yang militeristik menjadi lebih ramah. Penghentian perang merupakan salah satu isu penting yang digarap Obama untuk mengobati kekecewaan warga Amerika yang sudah lelah berperang.

Wajah damai yang diinginkan Obama terhadap Amerika antara lain ditampilkannya janji-janji untuk membuka dialog dengan negara-negara yang selama ini menjadi musuh Amerika. Sebut saja Iran, Korea Utara, dan Kuba yang sejak lama diisolasi Amerika.

Di Vietnam, pengusaha real estat Ngo Van Hung (33) mengaku mengalihkan dukungannya dari Hillary Clinton ke Obama setelah menyaksikan Obama berkampanye. Di Vietnam, keluarga Clinton dipuja-puja karena berinisiatif memulihkan hubungan diplomatik yang puluhan tahun terputus.

Seperti kebanyakan warga Vietnam lain yang menderita dalam perang yang melibatkan militer AS, Hung menentang perang Irak. Ia sangat senang ketika mendengar Obama menentang perang itu.

"Obama menolak perang Irak sejak awal. Ia terlihat sebagai pecinta damai. Ia punya pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana memperlakukan orang yang berbeda kewarganegaraan dan berbeda negara," kata Hung.

Seorang pengamat dari China memperkirakan tidak akan ada perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri AS. Namun pasti warna kebijakan akan berubah secara keseluruhan, begitu Obama menguasai Gedung Putih.

"Dia akan membawa energi baru ke politik domestik dan kebijakan luar negeri AS. Itu pilihan baik bagi Demokrat," kata Zhe Feng, wakil direktur Center of International and Strategic Studies di Universitas Peking di Beijing.

Seoal kemungkinan Obama menjadi presiden kulit hitam pertama di Amerika, Zhu mengatakan latar belakang etnis Obama tidak begitu berarti bagi rakyat China. "Dia menunjukkan belas kasih, inspirasi, kebijaksanaan dan intelijensia. Ia pembicara yang fantastis," kata Zhu.

Namun begitu, Obama menjadi tidak populer di Pakistan, setelah ia berpendapat bahwa AS harus bertindak sendiri atas informasi tentang sasaran teroris di dalam batas wilayah nasional. Itu memicu munculnya pendapat bahwa Obama tidak berbeda dengan George W Bush.

Chaiwat Khamchoo, seorang profesor Thailand, mengatakan ketegangan dan konfrontasi akan berkurang, terutama di Timur Tengah, ketika AS dipimpin Obama. Meski begitu, ia memperkirakan tidak akan ada perubahan dramatis dalam hubungan AS dengan negara-negara Asia.

"Gaya Obama yang lebih lembut, yang menawarkan pembicaraan dan negosiasi akan mengubah citra Amerika Serikat," kata Chaiwat, profesor hubungan internasional di Universitas Chulalongkorn.

"Obama telah mengancam menyerang kami, bahkan sebelum menjadi presiden. Ia lebih berbahaya ketimbang Bush," kata Ibrar Ahmad (34), pengajar di perguruan tinggi pemerintah di Multan Pakistan.

29 Mei 2008

Sertifikat Istana Negara



Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, hingga saat ini Istana Negara belum bersertifikat, ini menunjukkan belum tertibnya pengelolaan aset-aset negara. "Masih ada aset negara yang tidak dicatat, bahkan Istana Negara itu belum punya sertifikat sebetulnya," kata Menkeu seperti dikutip Antara dalam sosialisasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Jakarta, Kamis (29/5).

Menurut Menkeu, adanya UU tentang SBSN mengharuskan pihaknya makin bersungguh-sungguh menata dan mengelola aset-aset negara, dan hal itu bukan hal mudah untuk dilakukan. Menkeu mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan penerbitan obligasi negara berbasis syariah di mana salah satu syarat penerbitannya harus ada underlying asset. "Kalau kita mau masuk obligasi negara berbasis syariah, maka harus ada yang disebut underlying-nya atau aset yang mendasarinya yang biasanya berupa aset," katanya.

Jika aset negara yang mendasarinya masih undervalue atau penataan dan pengelolaannya masih buruk, maka nilai surat berharga yang diterbitkan akan menjadi sangat buruk. "Nah kalau aset negara kita bahkan Istana Negara saja belum punya sertifikat, atau nilai buku aset di Depkeu masih nilai tahun 1970-an, ya saya tidak dapat menerbitkan obligasi negara berbasis syariah," katanya.

Ia mencontohkan, pemerintah akan rugi jika menerbitkan SBSN atau sukuk senilai Rp 100 miliar, padahal nilai aset yang mendasarinya sebenarnya sebesar Rp 800 miliar. "Itu akan menimbulkan masalah confident dan persepsi terhadap surat berharga (SBSN) itu," katanya.

Menurut dia, adanya UU tentang SBSN mengharuskan pihaknya makin bersungguh-sungguh menata dan mengelola aset-aset negara. Menkeu mengatakan, upaya memperbaiki penataan dan pengelolaan aset negara telah dimulai dan menunjukkan adanya perbaikan. Jika selama tiga tahun berturut-turut sebelum tahun 2007 posisi aset pemerintah masih negatif dibanding kewajiban, maka pada 2007 sudah menunjukkan adanya surplus.

Dalam laporan neraca per 31 Desember 2007 yang sudah diaudit BPK, aset negera mencapai Rp 1.600,21 triliun. Jumlah itu lebih besar dibanding tahun 2006 yang hanya sebesar Rp 1.219,96 triliun.

Sementara jumlah kewajiban sebesar Rp 1.430,96 triliun dibanding 2006 sebesar Rp 1.330,06 triliun. "Pertambahan aset pemerintah, terutama bersumber dari aset kontraktor kerja sama bidang migas (KKKS) yang baru diidentifikasi sebesar Rp 232,42 triliun," kata Sri Mulyani.

28 Mei 2008

anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu "Anggota DPRD Riau Tetap ke Polandia"

PEKANBARU, SELASA - Raut wajah Ketua Komisi D DPRD Riau dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H Fendri Jaswir, terlihat begitu tertekan saat memimpin rapat untuk memutuskan apakah berangkat atau tidak ke Warsawa, Polandia, besok (Rabu, 28/5).

Sebab keberangkatan tersebut menuai kritikan banyak pihak, termasuk Ketua DPRD Riau, Chaidir, yang menyarankan keberangkatan tersebut ditunda, karena momennya dinilai kurang tepat, bersamaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Namun keputusan akhir tetap berangkat dengan menggunakan dana APBD Riau Rp 50 juta per orang. Ikut hadir dalam rapat tersebut Kabag Keuangan Zuhanda Agus, Bendahara Sri Mekka, Kabag Infodok Doni Aprialdi dan perwakilan Biro Travel Zainal. Anggota DPRD Riau yang ikut adalah H Fendri Jaswir dan Hendra Masdarta, keduanya dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Helmi Burman dan Edi Basri, keduanya dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Raja Rahman Jalil dari Fraksi Partai Golkar, plus dua staf sekwan.

"Sebenarnya berat hati ini ingin berangkat, karena kondisi saat ini tidak mendukung, tapi kami sulit untuk memilih tidak berangkat. Sebab jika tidak berangkat, dana-dana yang sudah dialokasikan dianggap hangus," ujar Fendri ditemui Tribun usai pertemuan.

Tidak hanya hangus, sambung Fendri, pihaknya juga diharuskan mengganti seratus persen dana yang sudah dicairkan, dalam rentang waktu satu minggu ke depan untuk dikembalikan ke kas daerah. Jika tidak dikembalikan, maka akan berhadapan dengan hukum. "Kemana kami ingin cari uang pengganti senilai Rp 50
juta dalam seminggu ini, jika kami batal berangkat. Ini persoalannya bahwa kami terpaksa harus memilih tetap berangkat. Sebab kami sudah berada di posisi off-side," kata Fendri menggambarkan sulitnya pilihan yang diambil.

Kondisi ini tidak terlepas sudah teragendanya keberangkatan ini sejak dua bulan lalu dan proses administrasi sudah lengkap sesuai ketentuan. "Kenaikan BBM ini kan di luar perkiraan kita. Jika jauh hari kondisi seperti ini sudah diketahui, jelas kami tidak akan berangkat," katanya.

Helmi Burman juga memberi pandangan sama. Bahkan sebelum diputuskan untuk tetap berangkat, mereka terpaksa menghadirkan pihak travel dan keuangan sekwan dalam rapat tertutup kemarin. "Hangus seratus persen jika kami batal berangkat," ujarnya dengan suara berat.

Apalagi dana-dana terkait keberangkatan sudah dibayar kepada pihak travel, dan sesuai kesepakatan kerja sama, dana-dana itu tak lagi bisa dikembalikan. "Jika memang kami tidak dibebankan harus mengganti, kami akan pilih batal berangkat," tegas Helmi.

Dari Rp 50 juta per orang yang disiapkan melalui APBD Riau 2008, tersisa hanya sekitar Rp 6 juta untuk uang saku. Selebihnya Rp 44 juta sudah habis dibayar untuk dana transportasi dan akomodasi, seperti penginapan dan transportasi lokal di daerah kunjungan.

Selain mengunjungi pameran seni dan budaya di Kota Warsawa, Polandia, para wakil rakyat ini juga diagendakan mengunjungi beberapa kota di Belgia dan Belanda. "Semuanya sudah terjadwal dan dikondisikan, termasuk bertemu dengan kedutaan besar kita di sana," tambah Hendra Masdarta.

Perwakilan dari Biro Travel Zainal enggan berkomentar saat ditemui wartawan usai pertemuan. Bahkan kehadirannya di ruang Komisi D DPRD Riau diakui tidak ada kaitannya soal keberangkatan anggota dewan ke negara Eropa tersebut.

Kabag Keuangan Sekwan DPRD Riau Zuhanda Agus membenarkan dana-dana untuk kepentingan keberangkatan
tersebut sudah dibayar kepada pihak travel. "Jika batal berangkat, dana-dana tersebut harus dikembalikan oleh anggota dewan tersebut secara utuh," katanya.

Kucing Gubernur Riau Hilang



Ketika Tomy, kucing angora kesayangan Istri Gubernur Riau, Rusli Zainal, hilang, tangisan Septina sempat melembabkan dua kelopak matanya. Bahkan, Septina pun membuat sayembara di media cetak, dengan harga iklan berkisar Rp 6.9 juta. Tak hanya itu, Gubri pun disibukan dengan kehilangan Tomy tersebut. Setiap hari Rusli harus memantau anggotanya, untuk terus melakukan pencarian binatang yang sudah empat tahun menghibur hati sang istri

Tepat berselang delapan hari, akhirnya senyum sumringah Septina Primawati, istri Gubernur Riau, Rusli Zainal, bisa mengembang kembali. Tomy, kucing angora kesayanganya, yang sejak Minggu (18/5) dini hari lalu menghilang dari Rumah Dinas Gubernuran, ternyata tepat pukul 05.45 WIB, Minggu (25/5), Tomy, mulai hadir kembali mengobati kerinduan majikanya. Delapan anggota Satpol PP, yang bertugas menjaga rumah dinas di Jalan Diponegoro Pekanbaru itu, akhirnya berhasil menangkap kucing jantan berbulu coklat itu. Seketika, meskipun cuaca masih gelap akhirnya para petugas Satpol PP menemui Sang Gubernur.

"Kami langsung memberitahu ke Bapak Rusli Zainal.Setelah Tomy, dipangku bapak, beliau pun langsung mengeluarkan uang tunai Rp 1 juta, sebagai tanda terima kasih kepada kami,"ujar Juhendra, anggota satpol PP, kepada Tribun Pekanbaru, Senin (26/5).

Uang tersebut kemudian, digunakan untuk makan-makan. "Itukan hanya uang tanda terima kasih saja, bukan uang sayembara yang dijanjikan ibu dalam iklannya di media,"ujar Yusuf, anggota satpol PP, yang bertugas saat itu.

Sayang kabar gembira telah diketemukanya Tomy, tersebut tidak secara langsung menghampiri Septina. Pasalnya, sudah lima hari ibu nomor satu di Riau ini sedang berada di Jakarta. Septina pun mendengarkan kabar bahagia ini, langsung dari sang suaminya. "Minggu pagi kemarin, ibu ditelepon bapak, katanya Tomy, sudah jumpa. Ibu pun langsung cerita sama saya, dengan senang sekali," ujar asisten Septina, Suryani, menceritakan kepada Tribun Pekanbaru.

Padahal menurut cerita beberapa anggota satpol PP, saat hilangnya Tomy, tangis Septina langsung menyeruak, kedua matanya pun lembab karena terus-menerus menangis. Tidak hanya itu, para anggota satpol PP, yang kebagian tugas pun sempat kena marah. "Wah, malam itu ibu kelihatan sedih sekali. Kami pun tak henti-hentinya disuruh mencari Tomy," ujar Juhendra. Tak hanya sang istri, hampir setiap hari, setibanya di Rumah Dinas, Gubernur tak henti-hentinya menanyakan kabar Tomy. "Setiap kali turun dari helikopter yang ditanya terlebih dahulu, pasti kabar Tomy. Kami hanya bisa "Siap Belum,Pak"," ujar Juhendra.

Seperti mendapatkan rasa tanggung jawab, para petugas Satpol PP pun setiap kali bertugas selalu berusaha mencari keberadaan si kucing yang sudah empat tahun menemai hari-hari sibuk Septina. Puncak dilakukan Siaga Satu (I), adalah saat Sabtu (24/5) malam. Yaitu sekitar pukul 22.00, ketika Yusuf melihat sosok Tomy,namun sayang gerak Tomy yang sangat gesit tak bisa dikendalikanya. Kembali sekitar pukul 01.00, anggota lainnya pun sempat mengejar-ngejar kucing yang setiap minggunya selalu dimandikan oleh Septina tersebut. Akhirnya, setelah dua kali tak berhasil ditangkap, seluruh anggota pun melakukan Siaga I. Tomy, berhasil ditemukan saat berada di gedung Satpol PP lama, yaitu sebelah kiri dari Rumah Dinas seluas 2 hektar itu.

27 Mei 2008

Hasil Jalan Ke Benteng Malborough Bengkulu






hasil jepretan ini diambil ketika jalan jalan ke bengkulu

26 Mei 2008

Buku Harian Reny

“Nama saya Reny, umur saya 18 tahun, sekolah saya di SMU 5 Pekanbaru kelas III, saat ini saya sedang menunggu UMPTN perguruan negeri. Saya berdomisili di pekanbaru. Saat ini saya sangat sedih, karena bangku Mahasiswa PBUD (Pencarian Bibit Unggul Daerah) Pekanbaru Kota tidak saya dapatkan. Saya sangat yakin tadinya bisa mendapatkan kursi tersebut, karena saya sudah maksimal sekali belajar. Disekolah saya sudah mendapatkan juara umum dengan nilai yg jauh diatas rata-rata anak lain. Tp kenapa ketika ujian mendapatkan bangku PBUD saya malah tidak lulus. Ujian PBUD sudah saya jalani semua. Menurut keterangan pihak Kampus Universitas Riau (kampus yang merekrut mahasiswa PBUD), nilai saya sangat memuaskan. Saya pernah bertanya kepada pihak kampus (UNRI) apa dasar diadakannya PBUD ?, pihak kampus menyebutkan salah satunya untuk merekrut mahasiswa berprestasi dari setiap sekolah SMU di Riau, untuk meratakan perekrutan PBUD, diambil setiap sekolah favorit 1 (satu) orang siswa yang memiliki nikai tertinggi yang dilanjutkan dengan ujian perekrutan PBUD. Akhirnya saya terpilih untuk meneruskan ke tingkat ujian PBUD. Sampai pada ujian terakhir yaitu wawancara, saya dinyatakan tidak lulus.
Saya bingung, kenapa bisa begitu ????....... dilingkungan SMU saya mendapatkan Juara Umum (red: sudah termasuk siswa terpilih dan berprestasi dari SMU). Sampai sekarang saya bertanya-tanya, apa gerangan yang menyebabkan kegagalan itu ?. seingat saya PBUD mengambil setiap siswa dengan nilai tertinggi sebagai pemerataan pencarian bibit unggul daerah.
Pada hasil pengumuman nilai wawancara, nama saya tidak tertampil. Yang membuat saya kesal, ada 2 SMU di provinsi Riau yang di luluskan siswanya masing-masing 2 orang nama. Apa itu yang namanya pemerataan ?????. apa salah kalau saya meragukan keputusan hasil wawancara itu….???”

Cerita diatas saya temukan dalam buku harian Reny. Karena ketika saya main bersama abangnya, saya tidak sengaja melihat buku tersebut dan membacanya. Dari ringkasan cerita buku harian Reny itu, saya juga menjadi bertanya, kok bisa begitu yah ? apa sih artinya kata “pemerataan” ???.
Buat para pembaca, saya minta sarannya, kemungkinan akan saya teruskan kepada Reny. Mungkin bisa menghiburnya…………

25 Mei 2008

Nelayan Sampah

Nelayan Sampah



Jika dulu para nelayan datang ke sungai untuk menjaring ikan, kini para nelayan datang ke sungai untuk menjaring sampah.

Naik sampan dan membawa tangguk ke Sungai Siak bukanlah pekerjaan baru bagi Amran (42). Sudah belasan tahun aktivitas itu dilakukan pria yang tinggal di bantaran Sungai Siak ini, tepatnya di Jalan Nelayan, Kecamatan Meranti Pandak, Kota Pekanbaru. Hanya saja kini Amran tidak lagi ke sungai untuk menjaring ikan, tetapi menjaring sampah.......

detil......